SIP News, Cibinong, Kabupaten Bogor – Presiden Federasi Sepak Bola 7 (FA7) Indonesia, Raden Bambang Pramukantoro, secara resmi meluncurkan skuad Timnas F7 Indonesia yang akan berlaga di ajang bergengsi World Championship 2026. Kejuaraan tingkat dunia ini akan digelar di Estadio Nacional Chelato Uclés, Tegucigalpa, Honduras, pada 25 hingga 31 Mei 2026 mendatang. Keikutsertaan kali ini menjadi sejarah baru, karena merupakan penampilan perdana Indonesia setelah empat kali penyelenggaraan turnamen tersebut berlangsung.
Dalam daftar nama pemain yang dibawa ke ajang internasional tersebut, tercantum dua nama putra asli Kabupaten Bandung Barat yang turut mengharumkan nama daerah, yaitu Much Fahmi Setiandi yang berasal dari Kecamatan Rongga, dan Asep Salam dari Kecamatan Cililin. Kehadiran kedua pemain ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia sepak bola Jawa Barat dan khususnya masyarakat Bandung Barat.
Jalannya kompetisi nanti, Timnas F7 Indonesia harus bersiap menghadapi persaingan ketat, mengingat mereka tergabung dalam Grup A yang sangat berat. Di fase grup, skuad Merah Putih harus berhadapan dengan tuan rumah Honduras, Meksiko, dan Paraguay. Sementara itu, Grup B diisi oleh negara-negara raksasa sepak bola dunia seperti Brasil, Kanada, Kamerun, dan Spanyol, yang berpotensi menjadi lawan Indonesia jika berhasil melaju ke babak selanjutnya.
Bambang Pramukantoro mengungkapkan hal tersebut di hadapan awak media saat acara pelepasan tim yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis (21/5/2026). Meski dihadapkan pada lawan-lawan tangguh, ia menegaskan optimisme tinggi dan memasang target mulia bagi anak asuhnya.
“Kita akan membawa Bendera Merah Putih berkibar di World Championship 2026 Honduras dengan semangat yang tinggi. Kami menargetkan kemenangan, walaupun kita sadar betul dalam sepak bola ada kemungkinan menang, kalah, maupun seri,” ujar Bambang, yang juga mantan Ketua PSSI Jawa Timur.
Bambang sangat berharap, di bawah arahan Direktur Teknik sekaligus Pelatih Timnas F7 Indonesia, Nelson Hernán León Sánchez, para pemain termasuk Much Fahmi dan Asep Salam mampu menampilkan performa terbaik dan membawa pulang hasil maksimal bagi bangsa Indonesia. Pertandingan pertama skuad Indonesia dijadwalkan berlangsung melawan tuan rumah Honduras.
“Harapan kami, skuad Timnas FA7 Indonesia yang dibimbing oleh Nelson Hernán León Sánchez ini mampu membawa pulang prestasi tertinggi, baik itu melaju hingga babak semifinal maupun merebut juara di babak final. Langkah awal kita dimulai dari pertandingan pembuka melawan tuan rumah,” tambahnya penuh harap.
Sementara itu, pelatih yang diketahui pernah memperkuat Arema Malang ini mengaku tidak mau berkompromi dengan hasil imbang, apalagi kekalahan. Meski hanya memiliki waktu persiapan yang relatif singkat dan berada di grup neraka, Nelson menanamkan mentalitas juara kepada seluruh pemain.
“Saya tidak menginginkan hasil seri, apalagi kalah, meski kita berada di grup yang sangat berat. Sejak kecil, saya sudah diajarkan untuk selalu berpikir dan berjuang untuk menang dalam setiap pertandingan sepak bola. Target saya jelas: kita harus bisa masuk ke babak semifinal dan final, dan di sana kita harus menang,” tegas Nelson dengan tekad kuat.
Di sela-sela acara peluncuran tim, Much Fahmi Setiandi dan Asep Salam menyampaikan rasa bangga bisa menjadi bagian dari tim nasional sekaligus mewakili daerah kelahirannya. Keduanya pun memohon doa dan dukungan sepenuh hati dari seluruh warga Kabupaten Bandung Barat agar bisa tampil maksimal dan membanggakan nama daerah.
“Kami sangat bersyukur bisa membawa nama Rongga dan Cililin, juga nama Kabupaten Bandung Barat di kancah dunia. Satu hal yang kami minta, tolong doakan kami semua dari bapak, ibu, dan teman-teman sekalian di Bandung Barat. Semoga kami dikaruniai kesehatan, kekuatan, dan kemampuan untuk memberikan yang terbaik di lapangan dan membawa pulang hasil yang membanggakan,” ungkap Much Fahmi.
Senada dengan rekannya, Asep Salam juga berjanji akan berjuang habis-habisan demi Merah Putih dan nama baik daerah asalnya. “Kami mewakili diri sendiri dan tim, memohon doa restu masyarakat Bandung Barat. Kami akan berjuang habis-habisan, menguras kemampuan yang kami miliki. Semoga langkah kami di Honduras nanti dimudahkan dan bisa mengukir sejarah indah,” ucap Asep Salam.
Persiapan matang terus dilakukan pelatih yang dikenal serius dan disiplin ini demi mematangkan kemampuan seluruh pemain, termasuk dua wakil dari Bandung Barat tersebut, agar Indonesia mampu bersaing sejajar dengan kekuatan sepak bola dunia dan mengukir sejarah manis di panggung internasional.
(Aad Subarja)



