SIP News, Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar upacara gabungan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu (20/5/2026) di Lapangan Mekar Sari. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pimpinan daerah serta elemen masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bandung Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), PLH. Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, para Asisten, para Kepala Perangkat Daerah, serta para Camat se-Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, tampak hadir Ketua PKK, Ketua DWP, Kepala Bank Jabar Banten Cabang Padalarang, pimpinan instansi vertikal, para pendidik, siswa, serta seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, menegaskan, dua momen bersejarah ini memiliki semangat perjuangan yang sama, yaitu lahir dari kesadaran mendalam akan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama membangun masa depan daerah dan bangsa.

Mengawali amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat merenungi kembali sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908, yang menjadi titik awal kebangkitan nasional. Saat itu, semangat perjuangan mulai tumbuh dan menyebar luas melalui pendidikan, persatuan, serta gagasan-gagasan pemikiran yang maju. “Hingga hari ini, semangat luhur tersebut tetap relevan dan harus kita rawat. Hanya saja, tantangan zaman terus berubah. Kini, kita tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik semata, namun lebih jauh menyentuh aspek kualitas sumber daya manusia, transformasi digital, serta kemampuan kita beradaptasi dengan kemajuan zaman yang kian dinamis,” ujar Bupati.
Pada peringatan tahun ini, Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sementara Harkitnas mengangkat semangat “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Bupati menekankan, kedua tema tersebut memiliki keterkaitan makna yang sangat erat. Tunas bangsa adalah anak-anak kita, generasi muda yang akan menentukan arah dan masa depan Kabupaten Bandung Barat serta Indonesia di kemudian hari.
“Untuk menjaga, membina, dan membentuk generasi yang kuat serta berkarakter, peran sekolah saja tidak akan cukup. Diperlukan keterlibatan dan partisipasi aktif dari semua pihak: keluarga, masyarakat luas, pemerintah, hingga seluruh elemen bangsa. Inilah makna sesungguhnya dari partisipasi semesta yang kita gaungkan,” tegasnya.
Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pun telah merancang dan mendorong berbagai langkah strategis di dunia pendidikan. Mulai dari revitalisasi sarana prasarana sekolah, penguatan digitalisasi proses pembelajaran, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan mutu pendidikan, hingga pemerataan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga.

Meski demikian, Bupati mengingatkan kembali bahwa sebaik apa pun program dan kebijakan yang telah disusun, hasilnya tidak akan maksimal atau bahkan sulit tercapai tanpa adanya keterlibatan serta komitmen bersama dari segenap lapisan masyarakat. Terlebih lagi di era teknologi dan dunia digital yang berkembang pesat saat ini, seluruh elemen memiliki tanggung jawab sama untuk memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang di lingkungan digital yang sehat, beretika, serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak dan produktif.
“Saya mengajak para orang tua, pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh elemen masyarakat di Bandung Barat, mari terus mengawal, mendampingi, dan membimbing anak-anak kita. Keberhasilan pendidikan dan kebangkitan bangsa memerlukan tiga hal pokok: pola pikir yang maju, mental yang tangguh dan kuat, serta tujuan yang lurus dan benar,” tambahnya.
Di akhir amanatnya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menyalakan api semangat kebangkitan dalam diri masing-masing, memperkokoh rasa kepedulian sosial, serta terus bergotong royong memajukan dunia pendidikan. Melalui momen ini, ia berharap Bandung Barat dapat terus melangkah maju, mewujudkan pendidikan yang bermutu, dan mencetak generasi penerus yang tangguh demi kedaulatan daerah dan negara.
“Mari kita jaga tunas bangsa, kita perkuat kualitas pendidikan, dan kita bangkit bersama menuju Bandung Barat yang lebih maju, lebih baik, dan lebih sejahtera. Selamat Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 dan Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118,” pungkasnya.
(Aad Subarja)



