Daerah  

Penyerahan Insentif Secara Simbolis, Bupati Jeje Pastikan Tambahan Bantuan RT/RW Bandung Barat Cair Sebelum Idul Adha

oppo_2
banner 468x60

SIP News, Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menyalurkan bantuan keuangan khusus berupa tambahan insentif bagi seluruh Ketua RT dan RW se-Kabupaten Bandung Barat untuk Tahun Anggaran 2026. Penyaluran yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail ini, dipastikan akan tuntas seluruhnya sebelum perayaan Hari Raya Idul Adha.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat, Dudi Supriadi, melaporkan bahwa proses pencairan saat ini terus berjalan bergulir dan mulai dirasakan manfaatnya di sejumlah wilayah.

“Alhamdulillah, per hari ini sudah ada 11 desa yang insentif RT/RW-nya sudah tercairkan sepenuhnya. Proses ini akan terus berlanjut dari hari ke hari, dan Insya Allah target kami sangat jelas, seluruh penyaluran tambahan insentif ini selesai dilakukan sebelum Hari Raya Idul Adha tiba,” ujar Dudi Supriadi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

Terkait mekanisme penyaluran tahun ini, Dudi menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menerapkan sistem baru berbasis aplikasi elektronik yang diterapkan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga verifikasi akhir di DPMD dan Badan Keuangan Daerah (BKD). Ia menegaskan bahwa proses yang berjalan bertahap ini bukan disebabkan adanya kendala teknis yang serius, melainkan bagian dari masa adaptasi seluruh pemangku kepentingan terhadap sistem digital baru tersebut.

“Memang di awal penerapan ini kita butuh penyesuaian karena semua harus beradaptasi dengan aplikasi yang kita gunakan. Tidak ada kendala berarti, ini adalah proses pembelajaran bersama. Saya pastikan, untuk periode-periode atau triwulan berikutnya, pelaksanaannya akan jauh lebih lancar, cepat, dan tepat waktu karena semua pihak sudah paham alurnya,” tegasnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan berkas fisik, sistem baru ini mengubah seluruh dokumen menjadi format digital. Alur kerjanya pun menjadi lebih efisien: desa mengunggah berkas dalam bentuk PDF, dikirim ke kecamatan untuk diverifikasi, diteruskan ke DPMD, hingga ke BKD untuk verifikasi akhir sebelum dana dicairkan.

“Dari desa diunggah, dalam hitungan menit langsung masuk ke kecamatan, lalu ke DPMD dan BKD. Semuanya serba elektronik, tidak ada lagi pengantaran berkas fisik yang memakan waktu. Ini bentuk transformasi pelayanan kami agar lebih transparan dan akuntabel,” tambah Dudi.

Hingga pelaporan ini disampaikan, data mencatat sebanyak 92 desa atau setara lebih dari 60 persen dari total desa yang ada di Bandung Barat telah menyelesaikan proses pengajuan. Sisanya sekitar 40 persen lainnya sedang dalam tahap penginputan data dan diprediksi segera menyusul dalam waktu dekat.

Bantuan yang disalurkan saat ini mencakup periode triwulan pertama, yaitu bulan Januari hingga Maret 2026. Perlu dipahami pula, dana ini bersifat tambahan insentif bersumber dari APBD Kabupaten, di luar insentif rutin yang selama ini sudah dibayarkan oleh masing-masing desa sesuai dengan kemampuan keuangan desa bersangkutan.

“Ini adalah wujud perhatian khusus dari Bapak Bupati. Insentif dari desa sudah ada dan berjalan, nah tambahan dari Kabupaten ini merupakan bentuk apresiasi tambahan agar para pengurus lingkungan semakin semangat dalam melayani warga,” jelas Dudi.

Dalam kesempatan penyerahan secara simbolis tersebut, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyampaikan bahwa pemberian tambahan insentif ini adalah bentuk penghargaan tulus pemerintah daerah atas pengabdian besar para RT dan RW. Sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, peran mereka dinilai sangat strategis dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan sosial.

“Penambahan insentif ini adalah bukti nyata perhatian dan kebanggaan kami kepada seluruh pengurus lingkungan. Kalianlah yang setiap hari mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktu langsung berhadapan dengan masyarakat. Tanpa peran kalian, pembangunan tidak akan sampai ke akar rumput,” ucap Jeje di hadapan para penerima manfaat.

Lebih lanjut, Jeje berharap dengan adanya dukungan ini, para RT dan RW semakin berperan aktif menjadi pilar utama penyelesaian masalah di masyarakat. Ia juga meminta agar koordinasi yang erat terus dibangun bersama pemerintah desa dan kecamatan demi kemajuan daerah.

“Kami ingin RT dan RW menjadi garda terdepan, tempat warga menyampaikan aspirasi dan menyelesaikan persoalan sejak dini. Segala hal yang berkaitan dengan masyarakat bisa dikomunikasikan dengan baik di tingkat bawah, sehingga pembangunan di Kabupaten Bandung Barat ini bisa berjalan maksimal dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” tandas Bupati Jeje mengakhiri sambutannya.

Aad Subarja

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *