SIP News, Bandung Barat – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus didorong melalui aksi nyata penanaman pohon. Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ade Wawan, turut turun langsung melakukan penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap alam sekaligus meninggalkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, Ade Wawan menegaskan bahwa alam bukanlah milik satu orang atau kelompok tertentu, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan lingkungan menjadi tanggung jawab yang harus dipikul bersama.
“Alam ini harus dirawat dan dilestarikan. Kemanfaatannya bukan untuk satu pihak saja, melainkan untuk banyak orang,” ujar Ade Wawan.
Beberapa jenis pohon yang ditanam antara lain ketapang biola dan lengkeng. Menurut Ade Wawan, ketapang biola dipilih karena memiliki daun yang lebar, pertumbuhannya relatif cepat, serta tidak memerlukan perawatan yang sulit.
Ia berharap pohon-pohon tersebut dapat tumbuh subur dan bermanfaat bagi warga, sekaligus menjadi sumber keteduhan bagi siapa saja yang berada di lingkungan sekitar.
“Meskipun kelak saya sudah tidak menjabat sebagai anggota dewan, pohon ini tetap akan hidup dan terus memberi manfaat bagi manusia dan lingkungannya. Termasuk para jurnalis yang hadir, nanti saat pohon ini sudah menjulang tinggi,” ucapnya sambil tersenyum.
Ade Wawan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun hubungan yang harmonis dengan alam. Manusia, katanya, harus belajar bersabar dalam merawat lingkungan karena alam yang dijaga dengan baik pada akhirnya akan berbalik memberi manfaat kembali kepada manusia.
“Kita mencintai alam, maka alam pun akan mencintai kita. Kita bersahabat dengan alam, maka alam pun akan bersahabat dengan kita,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Ade Wawan menyampaikan bahwa pohon yang ditanam merupakan bagian dari wakaf yang ia berikan sebagai bentuk amal dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia pun mengingatkan bahwa manusia memiliki hubungan yang sangat erat dengan tanah dan alam. Ia mengutip ayat Al-Qur’an tentang penciptaan manusia yang berasal dari tanah, akan kembali ke tanah, dan suatu saat akan dikeluarkan lagi dari tanah.
“Semua manusia diciptakan Allah SWT dari tanah, kita akan kembali ke tanah, dan kelak akan dibangkitkan kembali dari tanah. Karena itu, kita harus bersahabat dengan tanah,” ungkapnya.
Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan tidak berhenti sekadar menjadi acara seremonial, melainkan menjadi pesan mendalam bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap penghijauan. Sebab, manfaat pohon tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi-generasi yang akan datang.
Langkah sederhana menanam satu pohon, menurutnya, adalah investasi jangka panjang bagi kehidupan. Pohon yang dirawat hari ini akan tumbuh menjadi sumber udara bersih, keteduhan, keindahan, serta manfaat ekologis bagi masyarakat di masa mendatang.
“Menanam pohon itu mungkin manfaatnya tidak langsung kita rasakan hari ini. Namun suatu saat nanti pohon ini akan tumbuh besar dan memberi manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.
(Aad Subarja)



