SIP News, Bandung Barat – Demi mewujudkan pengelolaan dana umat yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung Barat menggelar pertemuan strategis bertajuk “Bersinergi dalam Keberkahan dan Berkolaborasi untuk Kesejahteraan dalam Rangka Mewujudkan Kebangkitan ZIS dan Bandung Barat Amanah”.
Acara yang berlangsung di Aula HBS Cimareme pada Kamis ini dihadiri oleh wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat H. Asep Ismail, ketua BAZNAS KBB, pengelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari berbagai kecamatan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini menjadi wadah evaluasi kinerja sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Barat, M. Abdul Fatah Hudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk mengkaji pencapaian target penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) selama bulan suci Ramadan yang baru saja berlalu. Selain melihat angka capaian, pertemuan ini juga bertujuan menggali informasi mengenai kendala teknis yang mungkin dihadapi di lapangan sebagai bahan evaluasi ke depannya.
“Kami ingin mengevaluasi apa yang sudah dicapai oleh setiap UPZ di wilayah kecamatan. Apa saja kendalanya, apa yang perlu dibenahi, semuanya menjadi catatan kami untuk meningkatkan kualitas kinerja di tahun-tahun mendatang,” ujar Abdul Fatah Hudin.
Ia menyebutkan bahwa dalam praktiknya, penyaluran zakat fitrah di masyarakat banyak yang disalurkan secara langsung melalui tempat ibadah maupun lingkungan sekitar. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau agar pengumpulan tersebut tetap dilaporkan guna menjaga transparansi dan data administrasi yang rapi.
Sementara itu, untuk pengelolaan dana infak yang masuk melalui lembaga BAZNAS, diterapkan sistem pembagian yang proporsional. Sebagian kecil dialokasikan untuk operasional, sedangkan porsi terbesar akan disalurkan kembali ke UPZ di wilayah asal untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun, potensi zakat fitrah di Bandung Barat tahun ini diperkirakan dapat mencapai angka Rp35 miliar. Namun, hingga saat ini realisasi yang berhasil dikumpulkan baru menyentuh angka Rp28,7 miliar. Selisih angka ini menjadi fokus utama evaluasi agar ke depannya potensi yang ada dapat digali dan dioptimalkan secara maksimal.
BAZNAS Kabupaten Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah maupun seluruh elemen masyarakat. Hal ini dilakukan demi membangun kepercayaan publik serta memastikan pengelolaan dana zakat semakin terarah, bermanfaat, dan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat menuju Bandung Barat yang amanah.
Aad Subarja



