Daerah  

Sapi Milik Bupati Jeje Ritchie Ismail Seberat 1 Ton Lebih Disembelih di Tengah Pelayanan Kurban di RPH Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Bandung Barat

banner 468x60

SIP News, Bandung Barat – UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat yang beralamat di Jalan Raya Purwakarta, Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, kini mulai melayani pemotongan hewan kurban secara massal bagi masyarakat umum pada Rabu (27/5/2026). Fasilitas yang sudah beroperasi ini, kini menunjukkan kesiapan penuhnya sebagai pusat penyembelihan yang mengutamakan standar higienitas, profesionalitas, serta kesesuaian dengan ketentuan syariat agama.

Kegiatan pelayanan besar ini ditinjau langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. Beliau hadir didampingi Wakil Bupati H. Asep Ismail, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pejabat tinggi daerah lainnya. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi bukti nyata perhatian besar pemerintah terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus jaminan keamanan dan kelayakan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, drh. Wiwin Aprianti, M.Si., menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas milik pemerintah ini sangat tinggi. Pada pelayanan massal kali ini, RPH dipercaya untuk memproses sebanyak 60 ekor sapi milik warga yang akan digunakan sebagai hewan kurban.

“Guna menjaga kelancaran proses kerja serta mempertahankan standar kebersihan yang tinggi, kami membagi pelayanan menjadi dua tahap. Hari ini kita memproses 30 ekor sapi, dan sisanya sebanyak 30 ekor lagi akan kami layani besok, pada hari Kamis,” jelas drh. Wiwin saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.

Sebagian besar hewan yang diproses merupakan milik masyarakat yang disatukan melalui sistem patungan atau syarikat. Rata-rata satu ekor sapi dimiliki oleh sekitar 7 orang, sehingga secara keseluruhan terdapat sekitar 420 warga yang menunaikan ibadah kurbannya melalui fasilitas yang tersedia. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah daerah.

Di antara puluhan hewan yang disembelih, perhatian banyak pihak tertuju pada seekor sapi jenis Friesian Holstein (FH) milik Bupati Jeje Ritchie Ismail. Hewan ini memiliki ukuran dan bobot yang luar biasa, mencapai lebih dari 1 ton. Proses penyembelihan berlangsung dengan suasana yang khidmat dan tenang, hewan tersebut tidak menunjukkan reaksi perlawanan sama sekali. Hal ini pun menjadi ungkapan santai namun bermakna dari drh. Wiwin.

“Alhamdulillah sapinya saleh, persis seperti sosok pemiliknya Bapak Bupati, dan disembelih langsung oleh Bapak Wakil Bupati yang juga dikenal sebagai sosok yang saleh. Itulah sebabnya hewan ini tampak sangat tenang dan damai sepanjang proses berlangsung,” ujarnya sambil tersenyum.

Hasil daging yang diperoleh dari hewan kurban milik Bupati ini nantinya akan dikemas menjadi lebih dari 500 paket yang siap dibagikan. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menargetkan penyaluran ini selesai dilaksanakan antara pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, dengan prioritas utama diserahkan kepada masyarakat prasejahtera yang berdomisili di sekitar lingkungan perkantoran pemerintah daerah.

Pada waktu yang bersamaan, suasana kegiatan yang besar ini juga terhubung secara langsung dengan wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat. Melalui sambungan video, Bupati beserta jajaran pejabat memantau proses penyembelihan hewan kurban bantuan dari Presiden Republik Indonesia yang ditempatkan di Desa Bunijaya, Kecamatan Gunung Halu. Hewan kurban tersebut berjenis Simental dengan berat mencapai 1.050 kilogram atau setara 1,05 ton. Seluruh daging yang dihasilkan akan disalurkan secara khusus dan merata kepada masyarakat yang tinggal di wilayah Gunung Halu dan sekitarnya.

Guna menjamin setiap produk daging yang dihasilkan memenuhi standar Aman, Utuh, Sehat, dan Halal (ASUH), pengelola RPH menerapkan aturan dan prosedur yang sangat ketat dengan mengerahkan sebanyak 61 personel yang memiliki kompetensi di bidangnya. Tim pelaksana terdiri dari petugas dan staf RPH, anggota Badega, para relawan serta staf dari Bagian Kesejahteraan Rakyat, dan yang paling utama adalah kehadiran mahasiswa calon dokter hewan dari Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Hewan Universitas Padjadjaran.

Peran para mahasiswa kedokteran hewan ini sangat krusial dan menjadi benteng utama keamanan pangan. Mereka bertugas melakukan pemeriksaan secara teliti pasca-pemotongan terhadap organ dalam dan kondisi daging, guna memastikan tidak ada penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, sehingga kualitas dan keamanan daging benar-benar terjamin sampai ke tangan konsumen.

Meskipun kegiatan berjalan dengan sangat sukses dan lancar, Dinas Perikanan dan Peternakan telah menyusun rencana pengembangan jangka panjang. Fokus utama pengembangan di masa mendatang adalah peningkatan sarana dan prasarana lingkungan, khususnya pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Ke depannya, jika sistem pengolahan limbah kita sudah semakin baik dan kapasitas tampungnya semakin besar, Insya Allah jangkauan pelayanan kita bisa diperluas lagi dan mampu melayani lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ungkap drh. Wiwin dengan penuh rasa optimisme.

Dengan adanya peningkatan kualitas sistem pengelolaan limbah tersebut, UPTD RPH Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan saat momen Idul Adha saja, melainkan menjadi pusat utama penyediaan daging yang berkualitas tinggi, higienis, dan terpercaya guna mendukung ketahanan pangan serta kebutuhan konsumsi masyarakat Bandung Barat sepanjang tahun.

Aad Subarja

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *