Pesantren Roudlotul Ulum Cihanjuang: 25 Tahun Menjadi Pelita Pendidikan Karakter dan Pemberdayaan Umat di Bandung Barat

banner 468x60

SIP News, Bandung Barat — Berawal dari sebuah majelis sederhana di atas tanah seluas lima tumbak pada tahun 2001, Pondok Pesantren Roudlotul Ulum kini telah bertransformasi menjadi pusat pendidikan Islam yang membina lebih dari 1.200 santri dari berbagai jenjang. Terletak di Kampung Cisasawi, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat, pesantren yang didirikan oleh KH. Ubaydillah, M.Pd.I., ini konsisten mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi masyarakat.

Dari Lima Tumbak Menjadi Pesantren Mandiri Berbasis Gratis

Perjalanan panjang pesantren ini dimulai dari niat tulus pendirinya untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat, sesuai dengan prinsip khairunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain). Pada masa awal berdirinya, tempat ini hanyalah sebuah majelis taklim biasa. Namun, berkat ketekunan dan visi jangka panjang sang pimpinan, pesantren ini berkembang pesat tanpa pernah meninggalkan akar kerakyatan.

Salah satu daya tarik utama Pesantren Roudlotul Ulum adalah komitmennya dalam menyediakan pendidikan gratis bagi para santrinya. Fasilitas pendidikan yang disediakan mencakup berbagai tingkatan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga jenjang perguruan tinggi.

Keseimbangan Antara “Ngejo” dan “Ngaji”

Di bawah asuhan KH. Ubaydillah, sistem pendidikan di pesantren ini tidak hanya berfokus pada pendalaman ilmu agama (ngaji), tetapi juga membekali santri dengan keterampilan hidup dan kemandirian (ngejo). Seluruh santri diwajibkan untuk menetap di asrama (mondok) demi memaksimalkan proses pembentukan karakter dan pendalaman ilmu.

Selain ilmu agama dan kurikulum formal sekolah, para santri juga dibekali dengan berbagai keterampilan praktis, seperti:

  • Pertanian dan Peternakan: Membekali santri dengan jiwa kewirausahaan di sektor agraris dan peternakan.
  • Teknologi Informasi: Pelatihan komputer untuk menghadapi perkembangan era digital.
  • Bahasa Asing: Pembelajaran intensif bahasa Arab dan bahasa Inggris guna memperluas wawasan global.

Prestasi santri Roudlotul Ulum juga patut diacungi jempol. Para santri dari perwakilan SMP dan SMK belum lama ini berhasil meraih Juara 1 dalam ajang perlombaan dakwah dan tahfidz Quran tingkat Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Harapan dan Visi Masa Depan

Memasuki usianya yang lebih dari dua dekade, KH. Ubaydillah berharap agar Pesantren Roudlotul Ulum terus membawa maslahat bagi dunia dan akhirat, serta senantiasa menjauhkan diri dari fitnah perpecahan.

Beliau juga berpesan agar para santri kelak tidak hanya berorientasi menjadi pemuka agama, melainkan mampu menjadi pengusaha sukses, petani mandiri, abdi negara (TNI/Polri), hingga pejabat pemerintahan yang bersih dari korupsi. Dengan keseimbangan antara iman, takwa, dan keterampilan profesional, santri Roudlotul Ulum diharapkan mampu menjadi benteng moral serta penggerak kemajuan bangsa yang berlandaskan hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman).

“Vicky Anugrah”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *