SIP News, Bandung Barat — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat menggelar dua agenda kegiatan di Hotel Cherish Parongpong pada Sabtu (24/10/2026).
Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi, menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan ini adalah Musyawarah Cabang (Muscab) Perempuan Bangsa serta kegiatan Pra-Musyawarah Ranting (Pra-Musran) Kecamatan Parongpong.

”Ini ada dua kegiatan. Yang pertama adalah Muscab Perempuan Bangsa yang fokus pada pergantian kepemimpinan di tingkat DPC untuk organisasi badan otonom Perempuan Bangsa. Kegiatan kedua adalah Pra-Musran Kecamatan Parongpong,” kata Sandi saat ditemui di lokasi acara.
Sandi menyampaikan bahwa proses pergantian ketua Perempuan Bangsa DPC PKB Bandung Barat saat ini masih dalam tahap musyawarah. Kepemimpinan sebelumnya dipegang oleh Teh Yeni. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), di antaranya Sekretaris Perempuan Bangsa DPW, Teh Humaira, serta pengurus lainnya seperti Bu Putri dan Bu Andin.
Harapan bagi Peran Perempuan dan Penguatan Kader
Dalam kesempatan tersebut, Sandi menekankan pentingnya pemberdayaan kaum perempuan agar lebih berdaya serta mampu mengambil peran aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Bandung Barat.
”Saya berharap Perempuan Bangsa PKB ini bisa mengambil peran dan mengisi kegiatan-kegiatan di Kabupaten Bandung Barat. Saya meyakini gerakan perempuan dapat membawa perubahan positif bagi kita semua,” tegasnya.
Selain Muscab Perempuan Bangsa, pelaksanaan Pra-Musran ini merupakan bagian dari persiapan seleksi kepemimpinan di tingkat ranting (desa). Sandi menegaskan bahwa PKB sangat terbuka bagi masyarakat luas yang ingin bergabung maupun mencalonkan diri. Setiap calon akan melalui tahap uji kelayakan dan kepatutan (UKK).
”Kriterianya adalah yang mampu, pantas, serta peduli terhadap masyarakat. PKB terbuka luas bagi siapapun karena tugas dan kewajiban partai politik adalah mencetak calon-calon pemimpin di setiap tingkatan,” pungkas Sandi.
“Vicky Anugrah“



