SIP News, Padalarang, Bandung Barat — Pemerintah Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, mendistribusikan Bantuan Pangan Nasional bersumber dari Badan Pangan Nasional kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayahnya pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kepala Desa Kertamulya,
Farhan Fauzi, S.Kom., M.IP., M.A.P., menyampaikan bahwa total ada 1.558 KPM yang menerima bantuan untuk periode Juli, Agustus, hingga September 2026.
Berbeda dengan periode sebelumnya, kali ini para penerima hanya mendapatkan beras — tanpa minyak goreng. Setiap KPM menerima kurang lebih 30 kilogram beras.
Farhan berharap jumlah dan cakupan bantuan ke depannya dapat bertambah. “Sebab jika berbicara jumlah warga yang layak menerima bantuan di Desa Kertamulya ini masih sangat banyak. Namun kuota dari pemerintah tetap terbatas, sehingga kami belum bisa menjangkau seluruh warga yang memang belum menerima bantuan sosial,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi saat pendistribusian, yaitu kenaikan desil ekonomi masyarakat yang dilakukan tanpa konfirmasi maupun koordinasi terlebih dahulu kepada Pemerintah Desa. Hal ini dinilai berdampak signifikan terhadap jumlah penerima manfaat.
“Yang biasanya jumlah penerima mencapai sekitar 2.000 lebih, kini turun menjadi 1.558 KPM. Kemungkinan besar ini efek dari penyesuaian desil tersebut,” jelas Farhan.
Lebih lanjut, penyesuaian desil ini tidak hanya berdampak pada Bantuan Pangan Nasional, tetapi juga mempengaruhi kepesertaan BPJS Kesehatan dan berbagai program bantuan sosial lainnya. Farhan menekankan bahwa Pemerintah Desa mengeluhkan belum adanya standarisasi yang jelas serta kurangnya keterlibatan pihak desa dalam proses penentuan desil masyarakat.
“Kami berharap pemerintah pusat dalam menetapkan perdesilan ini benar-benar melibatkan Pemerintah Desa. Kitalah yang lebih mengenal dan memahami kondisi warga di lapangan. Sehingga penentuan desil masyarakat pun dapat lebih tepat sasaran,” pungkas Farhan.
(Aad Subarja)



