Boni Hendrawan, Calon Kepala Desa Palasari Nomor Urut 3, Tekankan Pentingnya Demokrasi Sehat dan Pembangunan Berkelanjutan

banner 468x60

SIP News, Palasasari, Subang — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Palasari, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, menjadi sorotan warga karena suasananya yang dinilai kondusif, bersih, dan menjunjung tinggi sportivitas antar-kandidat. Salah satu kontestan yang maju dalam bursa pencalonan adalah Boni Hendrawan, calon kepala desa dengan nomor urut 3.

​Saat ditemui di kediamannya, Boni Hendrawan menyampaikan apresiasinya terhadap jalannya tahapan Pilkades di Desa Palasari yang berjalan sesuai dengan aturan serta perbup yang berlaku. Ia menegaskan bahwa seluruh kandidat berkomitmen untuk menjaga keharmonisan tanpa adanya praktik-praktik politik uang atau atribut kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan panitia.

​”Seolah Desa Palasari itu benar-benar bersih, tidak ada baliho di luar ketentuan. Kita benar-benar mengikuti aturan dan berjalan dengan sangat harmonis antar calon kepala desa,” ujar Boni Hendrawan.

​Fokus pada Pendekatan Masyarakat dan Digitalisasi yang Bijak

​Menghadapi masa kampanye dan sosialisasi tanda gambar saat ini, Boni menyatakan bahwa dirinya lebih memfokuskan kegiatan pada pendekatan langsung kepada masyarakat. Terkait penggunaan metode digital dalam kampanye, ia mengibaratkannya sebagai pisau bermata dua.

​Menurutnya, di satu sisi digitalisasi adalah keniscayaan zaman yang harus dihadapi, namun di sisi lain kondisi demografi pemilih di desa—seperti para lansia atau warga yang belum terbiasa dengan teknologi—membutuhkan sosialisasi yang masif, menyeluruh, dan berkelanjutan.

​Visi “Ngajadi” dan Prioritas Kebutuhan Dasar

​Mengusung tagline “Ngajadi” (Ngaronjatkeun Jati Diri), Boni memaparkan beberapa butir utama untuk mewujudkan pembangunan desa yang kokoh, di antaranya:

​Budaya sebagai Ciri Utama: Menjaga dan melestarikan sejarah serta kebudayaan lokal (“Jas Merah”).

​Landasan Agama: Menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.

​Keseimbangan Ekonomi: Menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama.

​Pemenuhan Kebutuhan Primer: Memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang paling mendasar, seperti kesehatan, pendidikan, sarana air bersih, dan fasilitas keagamaan.

​Solusi Jangka Panjang Krisis Air Bersih

​Menyoroti masalah tahunan seperti krisis air bersih saat musim kemarau yang kerap melanda Desa Palasari, Boni menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tantangan bersama seluruh calon kepala desa. Ia tengah mengkaji dan berdiskusi secara intensif dengan pemerintah pusat terkait manajemen tata kelola air bersih.

​”Tata kelola pengolahan air bersih di Desa Palasari harus ditata ulang terlebih dahulu sebelum mengajukan program bantuan lanjutan. Jika tata kelolanya tidak dibenahi, maka bantuan sebesar apa pun akan sulit berjalan optimal,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ekonomi Kreatif Kabupaten Subang serta Ketua Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Subang ini.

​Harapan untuk Demokrasi yang Lebih Dewasa

​Menutup perbincangan, Boni Hendrawan menyampaikan harapan besar agar proses demokrasi, khususnya di Desa Palasari dan Kabupaten Subang secara umum, dapat terus berjalan dengan dewasa. Ia berpesan agar kontestasi politik desa tidak meninggalkan luka yang mendalam di tengah masyarakat.

​”Harapannya, jangan ada lagi proses demokrasi yang menciderai kepentingan umum. Demokrasi harus diarahkan ke proses yang dewasa, tanpa politik kotor atau black campaign. Pilkades hanyalah sarana menuju pembangunan, mari kita ciptakan suasana yang damai,” pungkasnya.

“Vicky Anugrah”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *