Daerah  

Antisipasi Kemarau Panjang, Warga Padalarang Bersatu Salat Istisqa dan Doa Bersama

banner 468x60

SIP News, Bandung Barat — Menyikapi dampak musim kemarau yang kian terasa, ratusan warga dari berbagai penjuru Kecamatan Padalarang berkumpul dalam ikhtiar bersama. Mereka melaksanakan salat istisqa sekaligus doa bersama untuk memohon segera turunnya hujan yang membawa keberkahan, guna menyegarkan kembali bumi serta memenuhi kebutuhan air warga, pada Kamis (17/9/2026).

Kegiatan berlangsung khusyuk dan menjadi bukti nyata kebersamaan warga dalam menghadapi tantangan alam. Camat Padalarang, Hendi Setiyadi, S.STP., M.Si., turut hadir dan mengapresiasi antusiasme warga yang memadati lokasi.

“Alhamdulillah, Salat Istisqa di Kecamatan Padalarang sudah terlaksana dengan kehadiran ratusan warga yang cukup banyak. Inti dari kegiatan ini adalah memohon keberkahan agar segera diturunkan hujan yang membawa manfaat dan kemaslahatan bagi kita semua,” ujarnya.

Ketersediaan Air Mulai Tersentuh

Seiring berlanjutnya musim kemarau, pasokan air mulai mengalami tekanan di sejumlah wilayah. Pemantauan pihak kecamatan menunjukkan dampak paling terasa dirasakan di kawasan perkotaan Desa Padalarang, sementara desa-desa lainnya baru melaporkan kekurangan air di beberapa titik terpisah.

“Yang paling terasa membutuhkan pasokan ada di kawasan perkotaan Desa Padalarang. Wilayah lain memang ada keluhan, namun masih bersifat terbatas di beberapa lokasi saja,” jelas Hendi.

Waspada Risiko Kebakaran Akibat Kelalaian

Selain masalah air, kekeringan yang meluas juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Hingga kini tercatat lebih dari 10 kali kejadian kebakaran terjadi di wilayah tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan sebagian besar dipicu bukan oleh alam, melainkan perbuatan manusia di tengah kondisi lingkungan yang sangat mudah terbakar.

“Kami temukan penyebabnya antara lain membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa memastikan api benar-benar mati, maupun kondisi tanah dan tanaman yang sudah sangat kering sehingga api menyebar cepat karena gesekan kecil saja,” paparnya.

Imbauan: Hemat Air dan Cegah Kebakaran

Merespons situasi tersebut, pihak kecamatan mengimbau seluruh Kepala Desa untuk menyampaikan pesan penting kepada warga:
✅ Hindari pembakaran sampah serta membuang benda berapi sembarangan;
✅ Gunakan air secara hemat dan bijak agar persediaan tetap mencukupi;
✅ Tingkatkan kewaspadaan bersama di lingkungan masing-masing.

“Tantangan kita sekarang adalah lingkungan yang kering dan rawan sekali. Pesannya sederhana: jaga kebersamaan, hemat air, dan jangan memberi peluang sekecil apa pun bagi api untuk timbul. Mari kita saling mengingatkan,” pungkas Camat Hendi Setiyadi.

Pihak Kecamatan Padalarang terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berharap partisipasi aktif seluruh masyarakat dapat menekan risiko bencana, hingga akhirnya hujan turun membasahi bumi kembali.

( Aad Subarja)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *