SIP News, Bandung Barat — Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Fraksi PDI Perjuangan, Deni Setiawan, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Sidang III DPRD Kabupaten Bandung Barat yang bertempat di Cinangkela Rt. 08 Rw. 01 Desa Mekarsari. Kegiatan ini dihadiri oleh Warga, jajaran pengurus kader, ketua RT dan RW, Kepala Dusun (Kadus), serta tokoh masyarakat setempat untuk melakukan dialog interaktif dan tanya jawab.

Dalam pemaparannya, Deni Setiawan menampung berbagai kendala teknis dan usulan pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan mendesak warga. Salah satu hal yang disoroti adalah permohonan sumur bor warga, khususnya di wilayah RW 08.
Deni menjelaskan bahwa berdasarkan pengecekan teknis dari dinas terkait, pengoboran biasa tidak dapat dilakukan di kawasan tersebut. Wilayah RW 08 memerlukan teknis pengeboran khusus (artesis) dengan estimasi biaya berkisar Rp200 juta hingga Rp300 juta.
”Tugas kami di legislatif adalah menampung aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya ke pemerintah daerah. Mengingat teknis pengeboran di RW 08 membutuhkan penanganan khusus dan anggaran yang berbeda dari pengoboran biasa, kami akan mengonsultasikannya secara matang dengan pihak pimpinan dan dinas terkait,” ujar Deni.
Selain infrastruktur air bersih, pemenuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) juga menjadi fokus utama. Setelah terealisasinya PJU di beberapa lokasi seperti RW 10, RW 11, dan RW 08, Deni berharap realisasi PJU di RW 06 dapat mengawal terwujudnya lingkungan yang terang dan aman. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal jargon “Cocor Cairna, Lumejir Jalanna, Caang Lemburna” (Lancar Airnya, Mulus Jalan Kebutuhannya, Terang Desanya).
Tidak hanya urusan legislatif dewan, Deni Setiawan juga memaparkan program penguatan lingkungan hidup yang digalakkan oleh partai politiknya, PDI Perjuangan. Salah satunya adalah program pengelolaan sampah berbasis komunitas untuk mengolah sampah warga menjadi pupuk kompos.
”Sebagai anggota dewan sekaligus kader partai, fungsi pelayanan masyarakat ini saling melekat. Kami berikhtiar agar seluruh program pemerintah daerah maupun program kerakyatan dari partai bisa dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Mekarsari,” tambahnya.
Sesi reses dilanjutkan dengan tanya jawab terbuka bersama para Warga, kader, RT/RW, dan Kadus untuk merinci usulan-usulan prioritas yang akan dimasukkan ke dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD pada pembahasan anggaran mendatang.
“Vicky Anugrah”



