SIP News, Bandung Barat – Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) sekaligus pelantikan Pengurus Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD HIMA PERSIS) Kabupaten Bandung Barat periode 2026–2027 yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Persatuan Islam Cipatat, Sabtu (11/4/2026), bukan sekadar seremoni rutin tahunan. Kegiatan ini justru menjadi ruang refleksi yang diwarnai kritik tajam terhadap arah gerakan pemuda yang dinilai mulai kehilangan daya dobraknya.

Mewakili Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung Barat, Ketua OKK KNPI, Erid Sabtaginarya, secara terbuka menyoroti kecenderungan organisasi pemuda yang kerap terjebak dalam rutinitas administratif namun minim dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Erid menegaskan bahwa tema yang diusung dalam kegiatan ini, yaitu “Aksentuasi Gerakan HIMA PERSIS untuk Mengokohkan Nilai Ulul Albab sebagai Fondasi Organisasi Madani”, bukan sekadar slogan, melainkan harus menjadi panduan gerakan yang nyata.
“Kita jangan menipu diri sendiri. Banyak organisasi hari ini aktif di atas kertas, tetapi minim kontribusi nyata. Ini yang harus diubah,” tegas Erid.
Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut pemuda untuk tidak sekadar hadir dalam forum formal. Pemuda harus mampu menunjukkan kualitas berpikir yang tajam, sikap yang matang, serta berani mengambil peran strategis di tengah masyarakat.
Ia menilai, konsep Ulul Albab yang diangkat HIMA PERSIS seharusnya menjadi jawaban atas krisis karakter dan arah gerakan pemuda saat ini.
“Ulul albab itu bukan sekadar jargon. Itu tentang keseimbangan antara intelektual dan spiritual. Kalau ini tidak diwujudkan, organisasi hanya akan jadi simbol tanpa ruh,” ujarnya dengan nada tegas.
Lebih jauh, Erid mengingatkan bahwa gerakan mahasiswa memiliki posisi krusial dalam menjaga arah peradaban. Namun, posisi tersebut akan menjadi hampa jika tidak diiringi dengan aksi nyata dan keberpihakan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Jangan hanya sibuk di internal. Turun ke masyarakat. Hadirkan solusi. Kalau tidak, organisasi hanya akan jadi ruang nyaman tanpa perubahan,” kritiknya.
Selain itu, Erid juga menyinggung pentingnya keberanian keluar dari zona aman dan membangun kerja sama yang lebih luas. Ia menyebut ego sektoral masih menjadi penghambat utama dalam menyatukan kekuatan pemuda.
“Kalau masih berjalan sendiri-sendiri, jangan harap bisa menjawab tantangan besar. Kolaborasi itu bukan pilihan, tapi keharusan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Erid tetap memberikan apresiasi kepada para pengurus yang baru saja dilantik. Namun, ia mengingatkan bahwa amanah yang diemban bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar yang akan diuji langsung di lapangan.
“Selamat dilantik. Tapi ingat, setelah ini bukan lagi soal seremoni. Ini soal pembuktian,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Erid hadir mewakili Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung Barat yang berhalangan hadir. Ia menegaskan bahwa KNPI tetap memberikan perhatian serius terhadap dinamika gerakan mahasiswa di daerah.
Diharapkan, kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda formal semata, melainkan menjadi titik balik bagi lahirnya gerakan HIMA PERSIS yang lebih progresif, kritis, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Aad Subarja



