SIP News, Kabupaten Bandung Barat – Kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana alam menjadi topik utama dalam kunjungan kerja para perwira TNI pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) ke kantor DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (8/4/2026).
Rombongan perwira yang tengah mengikuti pendidikan kenaikan pangkat dari Mayor ke Letnan Kolonel (Letkol) ini melakukan dialog intens dengan anggota dewan, khususnya di Komisi III yang membahas masalah pertanahan, lingkungan hidup, dan penanggulangan bencana.
Dalam pertemuan tersebut, Anggota DPRD KBB Komisi III, Pither Tjuandys, memaparkan langkah-langkah antisipatif yang telah disiapkan pemerintah daerah. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah ketersediaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Kabupaten Bandung Barat selalu siaga. Kami memiliki dana BTT yang disiapkan khusus untuk penanganan awal ketika terjadi bencana,” ujar Pither kepada awak media.
Ia mencontohkan penanganan bencana longsor yang pernah terjadi di kawasan Pasir Langu. Saat itu, pemerintah daerah langsung menggelontorkan dana sekitar Rp27 miliar untuk operasi tanggap darurat sebelum bantuan dari berbagai pihak lainnya masuk.
“Di awal kejadian, pemerintah daerah langsung bergerak. Setelah itu, bantuan dari TNI, Polri, perusahaan, hingga masyarakat turut mengalir deras,” tambahnya.
Selain soal anggaran, pembahasan juga mengarah pada ancaman geologis, khususnya potensi aktivitas Sesar Lembang yang dinilai memiliki risiko tinggi. Menanggapi hal ini, Pither menekankan pentingnya mitigasi jangka panjang melalui penataan ruang yang ketat.
“Penataan zona pembangunan sangat penting. Tidak semua wilayah bisa dijadikan lokasi pembangunan, apalagi di daerah rawan seperti lereng gunung. Pembangunan tidak boleh dilakukan sembarangan,” tegas politisi tersebut.
Upaya mitigasi, lanjutnya, tidak hanya berhenti pada regulasi, tetapi juga melalui sosialisasi menyeluruh mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Semua pihak terlibat dalam meningkatkan kesiapsiagaan, baik dari pemerintah hingga masyarakat,” tuturnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif bagi para perwira TNI mengenai dinamika daerah, sekaligus mempererat sinergi antara legislatif dan aparat dalam menjaga keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.
Aad Subarja



