SIP News, Jakarta, – Asosiasi Penambang Tradisional Masyarakat (Ampetra) secara resmi memperkuat struktur organisasinya melalui prosesi deklarasi dan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) serta Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Acara yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Gedung Zeni TNI AD, Matraman, Jakarta Pusat.
Prosesi pelantikan berjalan sakral, diawali dengan pembacaan sumpah dan janji pengurus yang diikuti oleh seluruh jajaran. Puncak acara ditandai dengan penyerahan bendera organisasi secara simbolis oleh Ketua Dewan Kehormatan, DR. H. Akbar Mursalim, HA., S.Si., S.H., M.Si., yang menandai tonggak sejarah baru bagi pergerakan penambang tradisional di tingkat nasional. Dalam sambutannya, Ketua Umum Ampetra, Yusran, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan agenda besar ini.
“Alhamdulillah, hari ini kita resmi mendirikan Asosiasi Penambang Tradisional Masyarakat. Selamat bertugas kepada seluruh pengurus sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Semoga sukses dalam menjalankan amanah,” tutur Yusran dalam pidatonya.

Yusran menegaskan bahwa Ampetra lahir sebagai “rumah bersama” bagi para penambang tradisional dari Sabang sampai Merauke. Organisasi ini memiliki misi utama untuk berdiri di barisan terdepan dalam memperjuangkan hak-hak hukum serta meningkatkan taraf hidup para anggotanya.
“Ampetra adalah wadah perjuangan bersama. Di sinilah kita bersatu untuk maju dan bermartabat,” tegas Yusran.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis sektor pertambangan tradisional dalam menyokong perekonomian nasional. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangat krusial guna melahirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil di sektor tambang.
Rangkaian acara yang berlangsung lancar ini ditutup dengan serangkaian prosesi adat dan administratif, mulai dari penyerahan selendang sutra, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), hingga pemutaran video selayang pandang organisasi. Seluruh kegiatan diakhiri dengan doa bersama, sebagai simbol dimulainya langkah perjuangan Ampetra dalam menciptakan ekosistem pertambangan yang adil dan berkelanjutan.
“Vicky”



