Daerah  

​PLN dan CGGC Perkuat Komitmen Pelaksanaan Proyek Melalui Sosialisasi Paket 4 PLTA Upper Cisokan

banner 468x60

SIP News, Bandung Barat — Komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan proyek infrastruktur energi yang bertanggung jawab. Kesiapan pembangunan infrastruktur energi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kesiapan lingkungan sosial tempat proyek dilaksanakan.

​Berangkat dari prinsip tersebut, sosialisasi persiapan pekerjaan UCPSPP Project – Package 4 Hydraulic Metal Works diselenggarakan di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah proyek sebagai langkah awal untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai rencana pekerjaan, memperkuat koordinasi lintas wilayah, serta mendorong komunikasi yang terbuka sebelum aktivitas konstruksi berlangsung.

​Sosialisasi tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rongga, Forkopimcam Cipongkor, serta pemerintahan dan perwakilan masyarakat dari Desa Sirnagalih, Desa Cijambu, Desa Karangsari, Desa Sarinagen, Desa Sukaresmi, Desa Cicadas, Desa Bojongsalam, dan Desa Cibitung. Pertemuan ini menjadi ruang bagi para pihak untuk memahami rencana pelaksanaan Paket 4 sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian dan koordinasi selama pekerjaan berlangsung.

​Sebagai bagian dari proyek PLTA Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS), Paket 4 Hydraulic Metal Works memiliki peran penting dalam lingkup pekerjaan teknis pembangunan fasilitas pembangkit. Namun, pelaksanaan pekerjaan di lapangan juga memerlukan pemahaman terhadap kondisi wilayah, aktivitas masyarakat, serta kebutuhan koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan setempat. Melalui komunikasi sejak tahap persiapan, potensi kendala yang berkaitan dengan interaksi antara aktivitas proyek dan masyarakat diharapkan dapat dikenali lebih awal, sehingga kebutuhan koordinasi dapat ditangani secara terarah.

​Masyarakat sebagai Mitra dalam Pelaksanaan Proyek

​Keterlibatan pemerintah dan masyarakat sejak tahap persiapan merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang konstruktif antara proyek dan lingkungan sekitarnya. Melalui forum sosialisasi, pemangku kepentingan memiliki kesempatan untuk memperoleh informasi, menyampaikan pertanyaan, serta mengemukakan masukan dan kekhawatiran terkait rencana pekerjaan.

​Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan semata-mata sebagai pihak yang menerima informasi, melainkan sebagai pemangku kepentingan yang perlu dilibatkan dalam proses komunikasi dan koordinasi proyek. Setiap masukan yang memerlukan tindak lanjut perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait, di mana kejelasan saluran komunikasi dan mekanisme penyampaian keluhan menjadi unsur penting agar permasalahan yang muncul dapat ditangani secara tepat.

​Membangun Pelaksanaan Proyek yang Bertanggung Jawab

​Kegiatan sosialisasi ini turut diisi dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai dan tradisi setempat, sekaligus harapan agar pekerjaan Paket 4 dapat dimulai dan dilaksanakan dengan lancar, aman, serta bertanggung jawab.

​Perpaduan antara kesiapan teknis, koordinasi kelembagaan, dan komunikasi sosial menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan proyek infrastruktur yang berkelanjutan. Melalui keterlibatan pemangku kepentingan sejak tahap persiapan, PLN dan pihak pelaksana proyek (CGGC) diharapkan dapat membangun koordinasi yang lebih efektif serta menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah pekerjaan. Sosialisasi ini memastikan bahwa pelaksanaan Paket 4 Hydraulic Metal Works tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pekerjaan, tetapi juga memperhatikan pengelolaan risiko lingkungan, keselamatan, dan hubungan sosial di lingkungan proyek.

“Vicky Anugrah”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *