SIP News, Bandung Barat — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bandung Barat bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat menggelar kegiatan Sosialisasi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta Gerakan Stop Boros Pangan.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh semangat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk perwakilan Kejaksaan Negeri, Kapolres Cimahi, dan Dandim 0609. Turut hadir pula perwakilan Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, para Kepala Perangkat Daerah, serta pengurus TP-PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa se-Kabupaten Bandung Barat.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Bandung Barat, Syahnaz Ritchie Ismail, menekankan pentingnya pemenuhan gizi berkualitas dan pola hidup bijak pangan bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, persoalan pangan tidak sekadar urusan ketersediaan makanan di meja, tetapi juga menyangkut keamanan, keberagaman gizi, serta perilaku tidak membuang-buang makanan.
“Sebagai gerakan masyarakat, PKK memiliki peran yang sangat strategis karena kader kita berada langsung di tengah-tengah masyarakat. Mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, kader PKK memiliki kekuatan luar biasa untuk menyampaikan edukasi dan menggerakkan keluarga,” ujar Syahnaz.
Pesan Strategis untuk Ketahanan Pangan
Dalam kesempatan tersebut, Syahnaz menyampaikan empat poin utama yang menjadi arahan dan fokus gerakan PKK ke depan:
Sinergi Program Ketapang Mas untuk Penurunan Stunting
Penyelenggaraan ketahanan pangan keluarga difokuskan untuk memastikan ibu hamil, bayi, dan balita mendapatkan asupan bergizi optimal. Edukasi terkait pola asuh, sanitasi, dan gizi seimbang harus terus dilakukan berkolaborasi dengan kader Posyandu.
Pemanfaatan Pekarangan Rumah
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan lahan atau pekarangan rumah, sekecil apa pun, dengan menanam tanaman pangan produktif seperti sayuran, cabai, tomat, dan pemenuhan gizi mandiri guna mencegah stunting.
Gerakan Tanam Cabai (5–10 Pohon per Rumah)
Mendorong setiap rumah tangga menanam minimal 5 hingga 10 pohon cabai. Gerakan sederhana ini dinilai mampu menekan pengeluaran keluarga sekaligus menjaga ketahanan pangan rumah tangga secara masif di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Sosialisasi Program Secara Masif hingga ke Akar Rumput
Pengurus dan kader PKK diminta tidak menjadikan program kerja sekadar seremoni atau rapat formal. Informasi mengenai pangan B2SA, Stop Boros Pangan, hingga Ketapang Mas harus benar-benar terdistribusi dan diimplementasikan secara langsung oleh masyarakat.
Kolaborasi Bersama Forkopimda dan Stakeholder
Syahnaz juga memberikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur Forkopimda. Kehadiran lintas sektor ini membuktikan bahwa pembentukan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI-Polri, dan masyarakat.
Ia berharap seluruh Ketua TP-PKK Kecamatan dan Desa yang hadir dapat membawa semangat perubahan ke wilayahnya masing-masing untuk mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang AMANAH (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis).
Kegiatan sosialisasi ini ditutup secara meriah dengan pembacaan pantun serta aksi menyerukan yel-yel gerakan B2SA bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
“Vicky Anugrah”



