SIP News,, Bandung Barat – Pemerintah Desa Cempakamekar sukses menggelar perayaan hari jadi (Milangkala) ke-47 Sabtu 11/07/2026 dengan meriah. Mengusung pelestarian budaya tradisional, perayaan tahun ini diwarnai oleh penampilan seni pencak silat massal dan pagelaran wayang golek sebagai acara penutup.
Kepala Desa Cempakamekar, Agus Restiawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat dan partisipasi peserta luar biasa besar.

”Alhamdulillah dengan keadaan seperti ini, kita bisa mengadakan syukuran Milangkala Desa yang ke-47 dengan sesuguhan seni pencak silat,” ujar Agus saat diwawancarai di lokasi acara
Festival pencak silat kali ini berhasil menyedot perhatian banyak pihak. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 23 paguron (perguruan) pencak silat se-Kabupaten Bandung Barat turut ambil bagian. Peserta tidak hanya datang dari wilayah lokal seperti Kecamatan Cipongkor dan Sindangkerta, melainkan juga dihadiri oleh perwakilan dari Kabupaten Bandung.
Menurut Agus, kehadiran puluhan paguron ini menjadi bukti nyata bahwa kebudayaan Sunda masih mengakar kuat di masyarakat. Ia menegaskan pentingnya peran pemimpin dalam menjaga warisan leluhur ini agar tidak punah ditelan zaman.
Sebagai puncak acara, perayaan Milangkala ini ditutup dengan pagelaran wayang golek oleh dalang kenamaan, Ki Dadan Sunandar Sunarya. “Malam ditutup dengan pagelaran wayang golek, Bapak Dadan. Yang mudah-mudahan bisa membawa satu ciri Desa Cempakamekar ini maju,” tambah Agus.

Acara ini juga rencananya akan dihadiri oleh Wakil Bupati Bandung Barat, setelah Bupati Bandung Barat dikonfirmasi berhalangan hadir karena adanya agenda dinas di luar kota.
Ada hal yang berbeda dalam perayaan Milangkala kali ini. Kades Agus Restiawan sengaja menggelar acara berskala se-Bandung Barat untuk memantik rasa cinta warga lokal terhadap tanah kelahiran mereka.
Ia menjelaskan bahwa yang dibutuhkan oleh masyarakat Desa Cempakamekar saat ini bukanlah bantuan stimulan sesaat, melainkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan demi menuju kemandirian ekonomi.
”Yang saya inginkan itu dari pemerintah bukan bantuan, tapi program-program yang dapat dirasakan masyarakat untuk menuju ke kemandirian. Contoh usaha-usaha seperti kelompok ternak dan usaha UMKM. Itu yang saya butuhkan dari pemerintah untuk kemajuan masyarakat Cempakamekar, ya umumnya Bandung Barat,” jelasnya lagi.
Usung Slogan “CERDAS” untuk Masa Depan Desa
Melalui momentum Milangkala ke-47 ini, Agus berharap masyarakat Cempakamekar dapat tumbuh menjadi masyarakat yang lebih cerdas, berpikiran positif, dan mandiri secara ekonomi, tanpa terus-menerus mengandalkan bantuan yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.
Harapan dan visi besar tersebut dirangkum dalam sebuah slogan desa yang ditekankan oleh sang Kades, yaitu “CERDAS”. Slogan ini merupakan sebuah akronim dari nilai-nilai utama desa: Cekatan, Edukatif, Religius Dinamis, Agamis, Santun
Dengan semangat slogan tersebut, Pemerintah Desa Cempakamekar berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala sebagai salah satu syarat mutlak untuk memajukan wilayah dan mencerdaskan warganya.
“Vicky”



