SIP News, Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memberikan dukungan penuh terhadap langkah PLN Indonesia Power UBP Saguling dalam upaya menyelamatkan Waduk Saguling dari ancaman eceng gondok yang kian meluas. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi langkah strategis untuk menjaga fungsi waduk sebagai sumber energi listrik sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Aksi pembersihan dimulai pada Senin (29/6/2026) di kawasan Jembatan Ciminyak, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin. Kegiatan ini melibatkan TNI, Polri, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Organisasi Perangkat Daerah, serta masyarakat sekitar.
Berdasarkan pemetaan, dari total luas waduk sekitar 5.000 hektare, sedikitnya 120 hektare telah tertutup eceng gondok yang tersebar di tujuh titik. Kondisi ini tidak hanya mengganggu ekosistem dan aktivitas Keramba Jaring Apung, tetapi juga berdampak langsung pada operasional pembangkit listrik tenaga air.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa persoalan ini harus ditangani bersama karena dampaknya dirasakan masyarakat maupun sektor energi nasional.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama melaksanakan pembersihan eceng gondok yang selama ini menjadi persoalan dan banyak dikeluhkan masyarakat karena sudah sangat mengganggu,” ujar Jeje di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan, Pemkab Bandung Barat siap mendukung penuh program yang diinisiasi PLN Indonesia Power UBP Saguling agar penanganan berjalan maksimal dan berkelanjutan.
Pada tahap awal, pembersihan dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat dan empat perahu ponton untuk mempercepat pengangkatan eceng gondok. Penggunaan alat ini dipilih agar proses berjalan lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan tenaga manual.
Kegiatan ini bertujuan memulihkan aktivitas keramba, mengurangi populasi nyamuk, serta menjaga kelancaran fungsi Waduk Saguling sebagai salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia.
Terkait hasil pembersihan, Jeje memastikan limbah eceng gondok tidak akan dibuang ke TPA Sarimukti. Sebaliknya, tanaman ini akan ditampung di titik yang telah disiapkan, sebagian dipindahkan ke lahan milik PLN Indonesia Power, sebelum akhirnya dimanfaatkan kembali oleh kelompok masyarakat menjadi produk bernilai ekonomi.
Sementara itu, Manager Administrasi PLN Indonesia Power UBP Saguling, Huta Rianto, menjelaskan hamparan eceng gondok seluas 120 hektare ini menghambat kinerja pembangkit yang memasok listrik hingga 700 megawatt untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Menurutnya, PLN telah melakukan berbagai upaya mulai dari pengendalian di hulu hingga hilir, termasuk menggandeng masyarakat melalui program kemitraan.
“Eceng gondok bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Selama ini sudah dimanfaatkan menjadi pakan ternak hingga berbagai produk kerajinan rumah tangga,” jelasnya.
Melalui sinergi antara Pemkab Bandung Barat, PLN, pemerintah pusat, aparat, dan masyarakat, diharapkan penyelamatan Waduk Saguling berjalan optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan bagi lingkungan, perekonomian warga, dan ketahanan pasokan listrik nasional.
(Aad Subarja)



