SIP News, Bandung Barat – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat (KPU KBB) mulai melakukan roadshow dan konsultasi ke partai politik sepanjang bulan Mei 2026. Langkah ini dilakukan setelah sebelumnya pada bulan April fokus pada sosialisasi pendidikan pemilih.
Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman menyampaikan bahwa pihaknya meminta seluruh partai politik segera memperbarui data administrasi mereka. Hal ini penting karena pada bulan Juni nanti, data tersebut harus sudah final sebelum dipresentasikan dalam rapat pleno.
“Di bulan Mei ini kita fokus roadshow ke partai politik. Salah satu kepentingannya adalah karena di bulan Juni ini kita harus sudah mulai mengetahui terkait perubahan struktur, perpindahan sekretariat, keanggotaan, termasuk unsur 30 persen perempuan di kepengurusan partai politik. Ini harus di-update pada bulan Juni,” ujar Ripqi Selasa (05/05/2026).
Ripqi menegaskan, batas akhir penginputan data ke dalam Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) adalah tanggal 30 Juni 2026. Data yang wajib diperbarui meliputi struktur kepengurusan, alamat sekretariat, data keanggotaan, hingga komposisi gender.
Salah satu poin yang sangat ditekankan adalah kewajiban keterwakilan perempuan minimal 30% dalam seluruh struktur kepengurusan partai. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka partai politik dianggap tidak memenuhi syarat administrasi.
“Kita tekankan, partai politik dari seluruh pengurusnya harus ada unsur perempuan minimal 30%. Kalau kurang dari itu, artinya tidak memenuhi syarat. Ini penting untuk persyaratan pendaftaran partai politik nanti pada tahapan tahun 2027,” tegasnya.
Selain urusan administrasi partai, KPU KBB juga memberikan gambaran terkait potensi perubahan Daerah Pemilihan (Dapil). Pasalnya, peta dapil yang digunakan saat ini sudah berlaku selama tiga kali pemilu.
Meskipun keputusan final baru akan diambil nanti, pihaknya telah menyiapkan beberapa skema simulasi sebagai bahan pertimbangan.
“Kita gambarkan skema-skema yang lain, itu hanya gambaran saja. Tahapan keputusannya nanti. Kita buatkan simulasinya, ada yang simulasi 6 dapil, ada yang simulasi 7 dapil dengan komposisi kecamatan yang berbeda-beda,” pungkas Ripqi
(Aad Subarja)



