SIP News, Bandung Barat – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung Barat dengan agenda penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 berlangsung dengan nuansa reflektif pada Selasa (31/3/2026). Di tengah pembahasan capaian pembangunan, sorotan juga tertuju pada masih minimnya kehadiran sejumlah anggota dewan.
Rapat yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Bandung Barat dihadiri Bupati Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Asep Ismail, Ketua DPRD Muhammad Mahdi, sebagian anggota dewan, serta unsur Forkopimda. DPRD menyampaikan apresiasi terhadap capaian kinerja pemerintah daerah selama 2025.
Beberapa indikator positif tercatat, antara lain pertumbuhan ekonomi yang meningkat, penurunan angka kemiskinan, perbaikan ketimpangan, serta pencapaian target Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Namun demikian, DPRD mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan melalui lapangan kerja yang luas. Beberapa indikator strategis seperti kontribusi sektor unggulan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga perlu ditingkatkan.
Dalam rekomendasinya, DPRD mendorong penguatan sektor padat karya seperti industri pengolahan dan UMKM, peningkatan investasi penyerap tenaga kerja, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Perencanaan berbasis data dan percepatan penanganan kemiskinan ekstrem juga menjadi prioritas.
Dari sisi keuangan, realisasi pendapatan APBD 2025 mencapai 98,58 persen dari target. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi 97,51 persen, sementara pendapatan transfer dari pusat sesuai target.
Minimnya partisipasi anggota dewan dinilai dapat memengaruhi optimalisasi fungsi pengawasan dan representasi aspirasi masyarakat. Pihak terkait berharap ke depan tingkat kehadiran dapat lebih ditingkatkan, mengingat rapat paripurna merupakan momentum penting dalam menentukan arah kebijakan daerah.
Paripurna ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian rekomendasi, tetapi juga cerminan komitmen bersama eksekutif dan legislatif untuk memastikan pembangunan berjalan lebih berkualitas, partisipatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Aad Subarja



