Daerah  

SPSI FARKES Jabar Tetapkan Pengurus DPC KBB dan PUK MBG Cihanjuang 3, Fokus pada Kesejahteraan Pekerja Gizi

banner 468x60

SIP News, Cihanjuan, Bandung Barac– Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat secara resmi melaksanakan penetapan pengurus DPC Kabupaten Bandung Barat (KBB) serta Pimpinan Unit Kecil (PUK) Makan Bergizi (MBG) Cihanjuang 3 SPSI Farkes.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 14 Maret 2024 ini bertempat di Bumi Sunda, Jl. Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, dan dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting organisasi serta perwakilan pekerja.

Peran Strategis Pekerja MBG sebagai Relawan Ketua SPSI Jawa Barat, Dr. Daniel Malik Hadi Brata, dalam sambutannya menekankan karakteristik khusus dari pekerja di sektor Makan Bergizi (MBG). Menurutnya, pekerja MBG sejatinya adalah relawan dalam arti pekerja harian yang sangat bergantung pada kehadiran kerja untuk mendapatkan upah.

Aep Mulyana (kiri) – Dr. Daniel Malik Hadi Brata – Ketua SPSI Jabar (kanan)

“Pekerja MBG ini sistemnya jika tidak bekerja, maka tidak dibayar. Di tengah situasi sulitnya mencari lapangan kerja saat ini, diperlukan kebersamaan dan solidaritas yang kuat antar anggota,” ujar Dr. Daniel.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kaitan erat antara SPSI FARKES (Farmasi dan Kesehatan) dengan program MBG. Sebagai seorang dokter, Dr. Daniel menyoroti pentingnya pembelaan terhadap masyarakat yang masih mengalami kekurangan gizi atau kelaparan. Meski ada suara-suara sumbang terkait program ini, ia menegaskan bahwa MBG adalah program yang sangat baik secara medis dan sosial.

“Harapan kami adalah membentuk PUK MBG di seluruh Jawa Barat. Saat ini di Bandung Barat sendiri sudah tercatat sekitar 170 unit yang ada dan akan terus dibentuk,” tambahnya.

Wadah Aspirasi Dapur MBG di Bandung Barat Dalam kesempatan yang sama, Aep Mulyana, yang ditunjuk mewakili Kabupaten Bandung Barat, menyampaikan komitmennya untuk merangkul seluruh “dapur-dapur” MBG yang tersebar di wilayah KBB. Ia mengakui bahwa saat ini belum ada wadah organisasi formal yang menaungi mereka.

“Meskipun secara regulasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) masih terus berproses dan keputusan akhir dikembalikan kepada kebijakan yayasan masing-masing, kami ingin memastikan ada jembatan komunikasi,” ungkap Aep.

Aep berharap keberadaan pengurus yang baru ditetapkan ini dapat menjadi sarana untuk menampung keluh kesah para pekerja di dapur MBG, sekaligus menjembatani aspirasi mereka kepada pimpinan SPSI maupun staf manajemen terkait.

Acara penetapan pengurus ini berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama, memperkuat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota di bulan suci.

Vicky Anugrah

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *