Daerah  

Pemerintah Bandung Barat Gelar Sosialisasi Masterplan Taman RTH Keanekaragaman Hayati di Cisarua

banner 468x60

SIP News, Bandung Barat, – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menggelar kegiatan sosialisasi penyusunan Masterplan Taman dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Keanekaragaman Hayati di The Plantation Cafe & Resto, Cisarua, Kamis 20 November 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Ahmad Sodikin dari seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL), yang menjelaskan bahwa ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan dokumen masterplan yang kini mulai disampaikan kepada para camat dan kepala desa.

 

Menurut Ahmad, penyusunan masterplan ini didasarkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Taman Keanekaragaman Hayati. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Kabupaten Bandung Barat belum memenuhi syarat memiliki kawasan taman kehati seluas minimal 10 hektare dalam satu hamparan seperti yang diatur. “Yang ada di kita baru di bawah itu. Karena itu kami menginformasikan kepada para kepala desa, barangkali ada lahan desa yang belum dikelola dan bisa diproyeksikan menjadi RTH atau taman kehati,” ujarnya.

Beberapa desa sudah mulai mengambil langkah awal dalam proses ini, meskipun masih berada pada tahap pemersiapannya. Selain berfungsi sebagai upaya pelestarian, kawasan taman kehati juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi siswa dan masyarakat umum tentang vegetasi, tutupan lahan, serta pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.

 

Lebih lanjut, Ahmad menyampaikan harapan pemerintah agar setiap kecamatan mampu memiliki taman atau RTH kehati. Jika luas 10 hektare sulit dicapai, maka minimal setiap desa harus memiliki RTH kehati dengan luas antara 0,1 hingga 9,9 hektare, sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 32 Tahun 2023. “Tantangannya memang keterbatasan lahan. Tidak semua desa punya hamparan yang luas. Tapi yang penting, lahan yang ada bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa taman kehati akan ditanami berbagai jenis vegetasi, terutama tanaman endemik dan tanaman langka yang mulai sulit ditemukan, seperti jamblang atau loak yang jarang dijumpai di wilayah Bandung Barat. Nantinya, kawasan akan dibagi ke dalam beberapa zonasi, mulai dari zona tanaman buah hingga zona tanaman endemik.

 

Ahmad berharap keberadaan taman dan RTH kehati di setiap kecamatan dapat menjadi pusat pelestarian sumber daya alam hayati sekaligus ruang publik yang produktif dan edukatif bagi seluruh masyarakat.

 

 

 

Aad Subarja

 

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *