SIP News, Bandung Barat – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 Kecamatan Cisarua telah dilaksanakan di aula kolam renang pondok indah desa pasirlangu Jumat 27/2/2026 dengan penekanan pada perencanaan yang presisi dan berbasis data. Hal ini disampaikan Camat Cisarua, Iwan Mustawan Azis, yang resmi menjabat setelah pelantikan pada 26 Februari kemarin.
Iwan Mustawan Azis menyatakan bahwa Musrenbang tahun ini tidak hanya bersifat seremonial. Bersama pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappedalitbangda), ia berkomitmen menyusun perencanaan yang akurat agar dapat diakomodir oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

“Kami ingin perencanaan tidak lagi sekadar ‘baik’, tapi benar-benar berdasarkan data sehingga setiap usulan bisa terealisasi dengan tepat,” ujarnya kepada awak media.
Setiap desa di Kecamatan Cisarua telah mengajukan usulan sesuai Dokumen Strategis Pembangunan (DSP) Desa. Untuk memastikan fokus pada kebutuhan utama, setiap desa hanya diizinkan mengusulkan satu program yang paling mendesak, sementara usulan yang tidak krusial akan dieliminasi. Saat ini terdapat 8 usulan yang menjadi bahan pertimbangan perangkat daerah.
Kegiatan Musrenbang ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan keprihatinan terkait dampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu. Beberapa fasilitas penting seperti rumah tinggal warga, jalan desa, dan mushola mengalami kerusakan.
Selain itu, kondisi jalan di jalur Cimeta yang sebagian terkikis menjadi perhatian serius. “Jika tidak segera ditindaklanjuti, saya khawatir tebing di sekitarnya bisa ambruk dan menutup akses jalan. Ini perlu menjadi prioritas penanganan,” jelas Camat Iwan.

Pihaknya telah mendaftarkan sejumlah kepala keluarga korban bencana yang akan direlokasi dari zona merah. Saat ini sedang mencari lahan alternatif yang aman dan stabil untuk membangun rumah mereka kembali.
Untuk mendukung realisasi program, usulan dari Kecamatan Cisarua tidak hanya diajukan melalui jalur Musrenbang, tetapi juga akan disampaikan ke tingkat provinsi dan melalui jalur legislatif. Dokumen perencanaan akan disusun dengan kualitas tinggi agar dapat terintegrasi dengan dokumen perencanaan kabupaten dan provinsi.
Pengalaman sukses pembangunan tiga jalur wisata saat menjabat di Kecamatan Parongpong menjadi contoh yang akan diterapkan di Cisarua. “Pada saat itu, prosesnya berjalan lancar tanpa hambatan karena dokumen perencanaan yang baik,” ujarnya.
Meskipun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dapil Cisarua tidak dapat hadir karena kesibukan, hasil Musrenbang akan dilaporkan secara langsung kepada mereka.
Aad Subarja



