SIP News, Bandung Barat – Forum perencanaan pembangunan tingkat kecamatan kembali berperan sebagai panggung utama dalam menetapkan arah kebijakan pembangunan daerah. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang berlangsung di Kecamatan Batujajar. Rabu 25/2/2026
Acara ini dijadikan momentum krusial untuk menyelaraskan harapan dan aspirasi masyarakat dengan prioritas kerja pemerintah daerah. Pelaksana Tugas Camat Batujajar, Agus Achmad Setiawan, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan yang hanya bersifat formal.

“Forum ini merupakan ruang penting untuk menyatukan pandangan dan visi pembangunan mulai dari tingkat desa hingga ke tingkat kabupaten,” ujarnya. Menurut Agus, proses perencanaan yang melibatkan berbagai pihak menjadi dasar utama agar pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menekankan tema utama yang menjadi fokus Musrenbang tahun ini, yaitu penguatan ekonomi daerah dan peningkatan daya saing guna mewujudkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tema tersebut selaras dengan arah pembangunan jangka menengah daerah yang mengedepankan enam misi utama, antara lain:
– Peningkatan kualitas sumber daya manusia
– Penguatan sektor ekonomi lokal
– Reformasi sistem tata kelola pemerintahan
– Percepatan pembangunan infrastruktur
– Perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup
– Penguatan nilai budaya dan harmonisasi kehidupan sosial

Agus menjelaskan bahwa output dari Musrenbang haruslah berupa usulan prioritas yang jelas dan dapat diukur, bukan sekadar daftar keinginan yang tidak memiliki arahan pasti.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI-Polri, praktisi kesehatan, kepala desa, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, serta perwakilan kaum perempuan untuk menyelaraskan program kerja di tingkat desa dengan kebutuhan strategis pembangunan kabupaten.
Beberapa sektor menjadi fokus utama dalam pembahasan Musrenbang kali ini:
Pertama, penguatan sumber daya manusia melalui upaya penurunan angka stunting, mengingat bahwa mutu generasi muda akan menjadi penentu kemajuan daerah di masa depan. Kedua, pemulihan dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat dengan menggairahkan aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Ketiga, percepatan transformasi digital dalam pelayanan publik agar masyarakat bisa merasakan layanan yang lebih cepat, transparan, dan efisien.
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan kontribusi aktif dari seluruh komponen masyarakat,” tandas Agus.

Dia mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadikan Musrenbang sebagai wadah untuk mengemukakan aspirasi yang konstruktif sekaligus sebagai ruang kerja sama yang nyata, guna mewujudkan Kecamatan Batujajar yang maju, unggul, dan sejahtera secara merata.
Sebagai tahapan penting dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, Musrenbang tingkat kecamatan berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput dengan kebijakan pembangunan yang dirancang di tingkat kabupaten.
Hasil dari musyawarah ini kemudian akan disusun dan dirumuskan menjadi dasar penyusunan RKPD Tahun 2027, yang akan menjadi pedoman utama bagi segala kegiatan pembangunan daerah pada tahun depan.
Dengan semangat kerja sama dan kolaborasi antar sektor, Musrenbang Batujajar Tahun 2027 diharapkan dapat menghasilkan program-program prioritas yang tidak hanya realistis untuk dijalankan, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan dampak positif yang langsung terasa bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah kecamatan juga menyampaikan optimisme bahwa melalui proses perencanaan yang matang dan melibatkan berbagai pihak, pembangunan daerah akan berjalan dengan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Aad Subarja



