Daerah  

Bandung Barat Semarakkan Hari Santri Momentum Perkokoh Spiritual dan Nasionalisme

banner 468x60

SIP News, Bandung Barat, – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar Peringatan Hari Santri Tahun 2025 di halaman Masjid As-Sidiq, Komplek Perkantoran Pemda KBB, Selasa (21/10/2025). Acara berlangsung khidmat dengan nuansa kebersamaan, diikuti oleh santri, guru ngaji, tokoh agama, dan jajaran pemerintah daerah.

Hasanudin, M.Si., Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Ekonomi, menyampaikan apresiasi mendalam atas peran penting santri dalam sejarah bangsa.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan kirab memperingati Hari Santri. Puncaknya besok, 22 Oktober, dengan apel besar Hari Santri,” kata Hasanudin.

Ia menegaskan bahwa Hari Santri memiliki makna historis yang dalam, bahkan eksistensi santri di Indonesia telah ada jauh sebelum kemerdekaan.

“Keberadaan santri lebih tua dari Republik ini. Sekitar 300 tahun sebelum kemerdekaan, santri telah menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa,” jelasnya.

Hasanudin juga menyoroti bahwa semangat jihad dan perjuangan santri serta ulama menjadi fondasi berdirinya Indonesia.

“Dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan ‘Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa’. Kalimat itu lahir dari semangat dan nilai spiritual yang kuat, sebagaimana dicontohkan para pejuang santri seperti Pangeran Diponegoro,” tambahnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menggeneralisasi jika ada oknum yang mencoreng nama baik pesantren.

“Jika ada peristiwa negatif yang melibatkan santri atau pondok, itu hanya oknum. Jangan disamaratakan. Para pembina atau kiai tetaplah aset bangsa yang harus dijaga,” ujarnya.

Menanggapi isu viral tentang penghinaan terhadap kiai, Hasanudin mengajak masyarakat untuk tidak terpancing dan lebih memilih untuk mendoakan.

“Kita doakan saja. Mungkin dia khilaf atau tidak memahami kehidupan pesantren. Saya sendiri memiliki pondok dengan santri penghafal Al-Qur’an. Mari saling mendoakan, bukan menghujat,” katanya.

Ia menutup sambutannya dengan pesan tentang perlunya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kesadaran spiritual dalam membangun bangsa.

“Membangun negeri ini butuh kecerdasan intelektual dan kesadaran spiritual. Korupsi dan penyimpangan terjadi karena nilai spiritual yang lemah. Semoga semangat Hari Santri ini mengingatkan kita semua,” pungkasnya.

Peringatan Hari Santri di Bandung Barat menjadi momentum untuk meneguhkan peran santri sebagai penjaga moral, spiritual, dan kebangsaan.

Semangat santri diharapkan terus tumbuh, menginspirasi generasi muda, dan menjadi kekuatan moral dalam membangun Bandung Barat yang religius dan berintegritas.

 

Aad Subarja

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *