SIP News. Musi Rawas ,- Ada suasana haru sekaligus bahagia yang terlukis di wajah ribuan warga Kecamatan Megang Sakti, Rabu (20/8/2025). Sejak pagi buta, mereka berbondong-bondong menuju halaman apel Mapolsek Megang Sakti. Bukan untuk sebuah pesta meriah, bukan pula untuk hiburan mewah, melainkan untuk satu hal sederhana yang begitu berarti: sekarung beras untuk dapur keluarga.
Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) – Polri untuk Masyarakat, Polres Musi Rawas (Mura) bersama Bulog Cabang Lubuklinggau kembali menghadirkan kehangatan di tengah keresahan warga akan kebutuhan pokok. Setelah sukses menjual habis 7,5 ton beras di Tugumulyo, kini giliran Megang Sakti yang disapa dengan cinta melalui 20 ton beras murah, yang tak butuh waktu lama untuk ludes diserbu warga.

Di tengah hiruk pikuk antrean, tampak senyum-senyum tulus yang terbit. Ada rasa lega seorang ibu rumah tangga saat memeluk karung berasnya seakan memeluk masa depan anak-anaknya. Ada pancaran bahagia dari kakek renta yang merasa tak sendiri menghadapi mahalnya harga bahan pokok. Semua bercampur menjadi satu dalam harmoni kebersamaan.
Kapolres Mura, AKBP Agung Adhitya Prananta SH, SIK, MH, yang hadir langsung bersama jajaran, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembagian beras, tetapi sebuah bentuk kasih sayang dan kepedulian nyata Polri terhadap masyarakatnya.
“Hari ini kami sediakan 20 ton beras untuk masyarakat Megang Sakti. Kegiatan ini adalah wujud bahwa Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut menjaga ketahanan pangan rakyat,” ungkapnya.
Sementara Camat Megang Sakti, Salman Alfarinsi, tak kuasa menyembunyikan rasa terima kasihnya. Baginya, kegiatan ini ibarat tetes embun penyejuk di tengah panasnya beban hidup.
“Atas nama masyarakat Megang Sakti, kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga. Apa yang dilakukan Polres Mura, Polsek Megang Sakti, dan Bulog adalah hadiah indah bagi warga kami,” ucapnya penuh syukur.
Tak berhenti di sini, Kapolsek Megang Sakti, AKP Hendri SH, MH, memastikan bahwa aparat selalu berada di sisi rakyat, bukan hanya dalam tugas keamanan, tetapi juga dalam urusan kemanusiaan.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa Polri tidak pernah jauh dari masyarakat. Kami akan terus hadir dan mengawal setiap langkah kecil yang berarti besar bagi rakyat,” katanya dengan nada penuh kehangatan.
Dan benar saja, di balik tumpukan karung beras yang kini sudah habis terjual, tersimpan kisah-kisah sederhana tentang harapan, kebersamaan, dan cinta. Karena pada akhirnya, Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar soal beras, tetapi tentang bagaimana negara, melalui Polri, merangkul rakyatnya dengan kasih.
Awaludin



