SIP News, Bandung Barat, — Perum Bulog kembali menyalurkan bantuan pangan pemerintah untuk alokasi tiga bulan sekaligus (Juli, Agustus, dan September 2026). Salah satu titik penyalurannya berlangsung di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pimpinan Cabang Bulog Bandung, Yanto Nurdyanto, turun langsung ke lokasi guna memantau kelancaran distribusi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan beras tersebut benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak dan membawa manfaat nyata.
“Saat ini Bulog memang sedang ditugaskan menyalurkan bantuan pangan alokasi tiga bulan sekaligus, yaitu Juli, Agustus, dan September,” ujar Yanto di sela-sela kegiatan.
Penyaluran di Desa Sukatani turut didampingi oleh tim Komisi PKPBRI. Kehadiran tim pengawas ini bertujuan untuk melihat langsung ketepatan sasaran, kelancaran proses serah terima, serta mengukur sejauh mana dampak bantuan terhadap daya beli masyarakat.
“Monitoring ini untuk memastikan apakah programnya tepat sasaran, manfaatnya terasa, dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala,” tegas Yanto.
Khusus di Desa Sukatani, tercatat sebanyak 598 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang terdaftar. Untuk menghindari penumpukan antrean, Bulog memberikan fleksibilitas kepada pihak pemerintah desa dalam mengatur jadwal pembagian.
“Petugas desa biasanya mendahulukan pelayanan untuk warga penerima kondisi normal. Pihak desa diberi tenggat waktu hingga lima hari agar seluruh bantuan selesai tersalurkan,” jelasnya.
Mengenai data warga, Yanto menegaskan bahwa Bulog menggunakan data resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Data tersebut juga terus diverifikasi berkala agar penerima bantuan tetap relevan dengan kriteria yang ditetapkan.
Melalui sinergi erat antara Bulog, pemerintah daerah, dan pihak desa, program ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menopang daya beli warga di tengah ketidakpastian harga kebutuhan pokok.
“Red”



