Daerah  

Komoditas Kopi Bandung Barat Tembus Pasar Timur Tengah: 4 Ton Kopi Lembang Resmi Diekspor ke Arab Saudi

banner 468x60

SIP News, ​Bandung Barat — Kabupaten Bandung Barat kembali mengukir prestasi di sektor pertanian dan UMKM. Sebanyak 4 ton kopi unggulan asal kawasan Lembang resmi diekspor ke Arab Saudi. Seremonial pelepasan ekspor ini berlangsung di halaman Kantor Bupati Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (29/8/2026).

​Kegiatan keberangkatan komoditas ekspor ini merupakan hasil sinergi lintas instansi, mulai dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Bank Indonesia, Bea Cukai, hingga dinas terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Koperasi dan UMKM Bandung Barat.

​Perwakilan pihak eksportir, Dikdik Ramdaniansyah, S.H., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pengiriman. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah kerja keras bersama seluruh pihak yang mendukung potensi industri kopi lokal.
​”Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Ini bukan hanya kinerja dari Monas dan tim saja, tetapi berkat dukungan banyak pihak, terutama Pemkab Bandung Barat, Bank Indonesia, Bea Cukai, serta dinas-dinas terkait. Potensi kopi di Lembang saat ini bisa kita maksimalkan,” ujar Dikdik.

​Dikdik menargetkan volume pengiriman akan meningkat secara signifikan di masa mendatang seiring dengan respons pasar di Timur Tengah. ​”Insya Allah jika pengiriman hari ini sesuai ekspektasi, tahun depan volumenya bisa naik dua hingga tiga kali lipat. Kami juga memproyeksikan perluasan pasar ke Jepang dan Australia memanfaatkan jaringan yang ada. Sampel kopi sudah kita sebar sejak tahun lalu, sehingga tahun depan tinggal tahap penyelesaian. Mohon doa restunya agar tahun depan kita bisa menembus tiga negara sekaligus,” tambahnya.

​Wakil Bupati Bandung Barat, H. Asep Ismail, M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan petani kopi Lembang, khususnya dari Desa Cibodas, yang berhasil menembus pasar internasional.
​”Tonase 4 ton ini sangat menggerakkan perekonomian bagi kami, terlebih ini merupakan penetrasi baru ke kawasan Timur Tengah. Terima kasih kepada Bea Cukai dan Bank Indonesia yang terus memberikan dukungan penuh bagi UMKM di Kabupaten Bandung Barat,” ungkap H. Asep Ismail​.

Pihak Bank Indonesia turut menegaskan komitmennya dalam mendukung UMKM agar mampu naik kelas hingga menembus pasar global. Ekspor dinilai sebagai tingkatan tertinggi dalam pembinaan UMKM yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan devisa negara.

​Melalui program terstruktur seperti Export Coaching Program berupa capacity building selama 3 hingga 8 bulan, para pelaku usaha dibina mulai dari proses produksi, standarisasi produk, hingga pendampingan fasilitas ekspor. Keberhasilan pengiriman kopi produksi Poktan Arjuna dengan merek Tonas Coffee ke Arab Saudi ini menjadi bukti nyata hasil kerja sama konkret antara Pemkab Bandung Barat, Bank Indonesia, Bea Cukai, dan Pemprov Jawa Barat dalam mendorong UMKM lokal di kancah global.

“Vicky Anugrah”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *