Daerah  

Kecemasan Meningkat, Lagi – Lagi Siswa Siswi SMK dan SDN di Cipongkor Keracunan Makanan MBG

banner 468x60

SIP News. Bandung Barat,- Kasus keracunan massal akibat makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengguncang Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pada Rabu, 24 September 2025, publik kembali dikejutkan dengan berita mengenai dugaan keracunan yang kali ini berasal dari Dapur Neglasari. Sebelumnya, isu serupa sudah melanda Dapur Cipari. Kecurigaan bahwa kedua dapur tersebut dikelola oleh orang yang memiliki hubungan kakak beradik semakin memperburuk situasi.

Sejumlah laporan yang beredar di grup WhatsApp warga menunjukkan bahwa jumlah korban akibat keracunan terus bertambah. Dalam salah satu voice note yang beredar, seorang ibu dengan nada panik mengungkapkan rasa khawatirnya, “Kalau kemarin dapur Cipari, sekarang dapur Neglasari kalau tidak salahkah? Yang sekarang mah ini ada banyak lagi. Kalau tidak itu pengelolanya adik kakak dapurnya.”

Pernyataan ini menambah kecemasan warga yang sudah gelisah. Banyak orang tua yang mulai mempertanyakan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka. Mereka merasa perlu waspada terhadap kemungkinan adanya hubungan antara dapur yang mengolah makanan tersebut.

Kekhawatiran orang tua semakin meningkat setelah mendengar berita terbaru tentang kasus keracunan ini. Mereka mengungkapkan rasa tidak percaya dan ketidaknyamanan untuk membiarkan anak-anak mereka terlibat dalam program MBG yang seharusnya bertujuan baik. Sejumlah warga kini berharap agar pihak berwenang segera memberikan klarifikasi dan solusi konkret untuk menangani masalah ini, serta memastikan keamanan pangan bagi anak-anak mereka.

Dengan situasi yang semakin memanas dan kekhawatiran yang meluas di kalangan masyarakat, sudah saatnya tindakan nyata diperlukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan menghapus keraguan yang menyelimuti program Makan Bergizi Gratis.

(Red)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *